CERPEN : 3 TAHUN, 80 TAHUN

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang petapa yang tinggal sepanjang waktu di sebuah pohon. Tak peduli hujan angin atau terik matahari, ia tetap bertahan di pohon yang tinggi itu. Karena kebiasaan anehnya itu, orang-orang desa menjulukinya Si Sarang Burung.

Banyak orang yang suka bercakap-cakap dengan Si Sarang Burung dan mereka merasa cocok dengan nasihat-nasihat darinya. Lambat laun ia menjadi terkenal dan dianggap sebagai guru yang bijaksana. Reputasinya menyebar ke seluruh penjuru negeri. Orang-orang berdatangan dari jauh untuk meminta petuahnya.

Bahkan Pak Gubernur pun memutuskan untuk menemui petapa itu untuk membahas berbagai hal penting. Suatu pagi, Pak Gubernur berangkat menuju ke tempat Si Sarang Burung. Setelah menempuh perjalanan berat selama berhari-hari, akhirnya tibalah Pak Gubernur di pohon kediaman Si Sarang Burung. Tampak olehnya, Sang Petapa sedang duduk dengan tenangnya di ketinggian pohon, seraya menikmati kicauan burung dalam kehangatan musim semi.

Sambil menengadah, Pak Gubernur berteriak, “Sarang Burung! Saya gubernur provinsi ini, saya datang dari jauh untuk berbicara denganmu. Saya punya pertanyaan yang paling penting!”

Pak Gubernur menanti jawaban, namun ia hanya mendengar desiran dedaunan. Ia melanjutkan, “Ini pertanyaanku. Apakah hal terpenting yang diajarkan oleh semua orang bijak?” Selama beberapa saat hanya gemerisik lembut daun saja yang terdengar.

Akhirnya keheningan terpecahkah oleh suara lembut dari atas pohon, “Inilah jawabannya. Jangan berbuat jahat. Senantiasalah berbuat kebajikan.”

Pak Gubernur merasa bahwa jawaban ini terlalu sepele, bayangkan saja, ia telah menempuh berhari-hari perjalanan, masa hanya jawaban seperti itu yang diperolehnya?

Sambil menggerutu, Pak Gubernur menukas ketus, “Jangan berbuat jahat. Senantiasalah berbuat kebajikan. Kalau cuma begitu, anak 3 tahun saja tahu!”

Sembari melongok ke bawah, Si Sarang Burung menimpali sambil tersenyum simpul, “Memang, anak 3 tahun saja tahu, tapi orang umur 80 tahun pun masih sulit melakukannya!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: